Rabu, 30 Mei 2018

YUSRIL IHZA MAHENDRA BERSYUKUR ALFIAN TANJUNG DIBEBASKAN

JAKARTA, 30/5/2018
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) bersyukur Ustadz Alfian Tanjung akhirnya dibebaskan oleh majelis hakim Pengadilan Jakarta Pusat. Perbuatan Alfian memang ada dan terbukti, tetapi apa yang dilakukannya bukanlah tindak pidana, sehingga dia dibebaskan atau dilepaskan dari segala tuntutan hukum.

Majelis hakim berpendapat, Alfian hanya mengcopy paste tulisan politisi PDIP Dr Ribka Tjiptaning dalam buku berjudul “Aku Bangga Jadi Anak PKI” yang mengatakan bahwa 85% PDIP isinya adalah kader PKI. Tulisan dalam buku Dr Ribka tidak pernah dibantah oleh pimpinan PDIP. Buku itu beredar bebas dan telah dicetak sekitar 2 juta exemplar. Namun anehnya, Sekjen PDIP yang dihadirkan sebagai saksi di persidangan mengatakan tidak tahu tentang buku Dr Ribka Tjiptaning itu.

Dengan demikian apa yang dikutip Alfian, tidaklah termasuk ujaran kebencian sebagaimana dimaksud oleh Pasal 29 ayat 2 UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Maka demi keadilan, Alfian harus dibebaskan atau dilepaskan dari segala tuntutan hukum, jelas Yusril.

Dalam kapasitasnya sebagai guru besar hukum tata negara, Yusril dihadirkan ke persidangan Alfian untuk didengar keterangannya sebagai ahli, apakah yang dilakukan Alfian termasuk tindak pidana atau bukan. Ketika itu, dengan tegas Yusril mengatakan bahwa Alfian berbicara sebagai warganegara yang dijamin haknya untuk mengekspresikan pendapat, tanpa harus dianggap ucapannya sebagai ujaran kebencian. Sebagai seorang ustadz, Alfian wajib berdakwah melakukan “al amru bil ma’ruf wan nahyu ‘anil munkar”.

Alfian sangat prihatin dengan ancaman Komunisme secara resmi ajaran dan kegiatannya dilarang di negara kita. Karena itu, sangat mengherankan jika PDIP tidak bereaksi atas tulisan Dr Ribka dalam bukunya yang sudah beredar luas. Tetapi ketika Alfian mengutipnya malah dilaporkan ke polisi sebagai melakukan ujaran kebencian, lalu Alfian ditangkap dan diadili.

Yusril memuji keberanian majelis hakim PN Jakarta Pusat yang tetap berani memutuskan perkara dengan adil, tanpa khawatir tekanan penguasa yang akhir2 ini sering mengkriminalisai ulama, ustadz dan aktivis Islam. “Saya berharap perkara Ustadz Alfian Tanjung selesai, karena terhadap putusan lepas dari segala tuntutan hukum mestinya tidak ada banding dan kasasi. Karena itu mari kita junjung tinggi demokrasi dan kebebasan menyatakan pendapat” kata Yusril mengakhiri keterangannya kepada media.*

EROPA AKAN JADI BENUA MUSLIM DALAM BEBERAPA DEKADE MENDATANG TANPA KEKERASAN



Kanselir Angela Merkel mengatakan bahwa Jerman telah gagal untuk memahami bagaimana imigran Muslim telah mengubah negara mereka dan harus menerima kenyataan bahwa jumlah masjid lebih banyak dari gereja di seluruh negeri, menurut harian Frankfurter Allgemeine Zeitung.

"Negara kita akan terus berubah, dan integrasi (proses pembauran) juga merupakan tugas bagi masyarakat dalam menghadapi imigran," kata Ms. Merkel dalam surat kabar harian. "Selama bertahun-tahun kita telah menipu diri sendiri tentang ini. Masjid, misalnya, akan menjadi bagian lebih menonjol dari kota-kota kita daripada sebelumnya. "

Jerman, dengan penduduk 4-5 juta Muslim, dalam beberapa pekan terakhir telah terbagi dalam perdebatan atas pernyataan oleh Bundesbank Thilo Sarrazin, yang berpendapat bahwa imigran Turki dan Arab telah gagal untuk membaur dan telah membanjiri Jerman dengan angka kelahiran yang sangat tinggi.

Pernyataan Kanselir mewakili pengakuan resmi pertama bahwa Jerman, seperti negara-negara Eropa lainnya, ditakdirkan untuk menjadi benteng Islam. Dia telah mengakui bahwa negara tersebut akan segera menjadi benteng.

Di Perancis, 30% dari anak usia 20 tahun ke bawah adalah Muslim. Rasio di Paris dan Marseille telah melonjak 45%. Di Perancis selatan, jumlah masjid lebih banyak dari gereja.

Situasi di Britania Raya tidak jauh berbeda. Dalam 30 tahun terakhir, populasi Muslim di sana telah naik dari 82.000 menjadi 2,5 juta. Saat ini, ada lebih dari 1000 masjid di seluruh Inggris - - banyak yang dikonversi dari gereja.

Di Belgia, 50% dari bayi yang baru lahir adalah Muslim dan dilaporkan penduduk Islamnya lebih dari sekitar 25%. Sebuah statistik yang sama berlaku untuk Belanda.
Cerita yang sama juga di Rusia di mana satu dari lima penduduk adalah Muslim.

Muammar Gaddafi pernah menyatakan bahwa "Ada tanda-tanda bahwa Allah akan memberikan kemenangan kepada Islam di Eropa tanpa pedang, tanpa senjata, tanpa penaklukan. Kita tidak perlu teroris; kita tidak perlu pelaku bom bunuh diri. 50 juta Muslim lebih (di Eropa) akan mengubahnya menjadi benua Muslim dalam beberapa dekade. "

Angka-angka [statistik] telah mendukungnya.

http://spinzon.com/muslim-immigration-has-transformed-their-countr/

Disclaimer: ini ulasan ilmiah dg data empirik, bukan topik SARAP blasse

Kesimpulan saya setelah nonton ILC episode "Misteri e-KTP", 29 Mei 2018 TV ONE

Oleh Mbak  Iramawati Oemar

Kesimpulan saya setelah nonton ILC episode "Misteri e-KTP", Pak Karni Ilyas sebenarnya sama dengan kebanyakan kita, beliau punya pertanyaan dan keyakinan :
👉 Kenapa e-KTP yang rusak sejak 2010 itu tidak langsung digunting sejak dulu, setiap waktu, sehingga tidak menumpuk sebanyak sekarang. Pertanyaan ini tidak pernah dijawab secara eksplisit oleh pak Dirjen Disdukcapil. Selalu jawabannya kemana-mana, sampai lupa esensi inti pertanyaannya yang sebenarnya sederhana. Cukup dijawab kenapa kok gak digunting dari dulu, itu saja.

👉 Terungkapnya hal ini sudah kehendak Allah. Sampai-sampai quote-nya yang biasanya dari ucapan para tokoh dunia, kali ini dari Al Qur'an. Tidak ada satu helai pun daun jatuh tanpa kehendak Allah.
Keyakinan pak Karni ini jelas terlihat ketika beliau berulang kali menanyakan kok bisa kardus itu jatuh dari truk, padahal sudah ditutup pakai terpal dan diikat pula.

Subhanallah...
Kalau sudah kehendak Allah, maka penjelasan apapun dari manusia gak akan bisa menjawab serangkaian tanya lainnya yang menyusul muncul setiap kali satu argumen disampaikan.

Entah kenapa pak Dirjen Disdukcapil keburu berharap malam Lailatul Qadar. Apakah beliau berharap ampunan Allah, sehingga prahara ini cepat berakhir?!

Dari dulu saya selalu percaya, tugas kita sebagai manusia hanyalah memaksimalkan ikhtiar. Setelah itu serahkan pada Allah. Karena Allah tak pernah luput melihat upaya kita. DIA akan "turun tangan" pada waktunya, mengambil bagian yang manusia tidak sanggup melakukannya.

Seperti ketika Pilgub DKI.
Ketika kita sudah memaksimalkan ikhtiar, eeeh yang disana juga memaksimalkan taktik merayu pemilih dengan bagi-bagi sembako secara luar biasa masif.
Sebagian kita mungkin putus asa, membayangkan rakyat kecil akan terbujuk.
Ternyata..., hasilnya malah sebaliknya.
Bahkan dampaknya, swinging voters (pemilih mengambang) yang tadinya netral, jadi muak melihat hujan sembako ugal-ugalan sampai di hari tenang.
Akhirnya, swinging voters pun ogah pilih yang bagi-bagi sembako.

Saya yakin, peristiwa akhir-akhir ini sedikit banyak akan berpengaruh juga pada swinging voters yang belum menentukan sikap untuk 2019 nanti.
Setidaknya ada 2 hal yang membuat publik curiga dan juga muak, karena anomali dengan yang dialami masyarakat.
Yaitu :
✔ Ribuan blanko e-KTP yang katanya rusak, sementara masih ribuan orang yang sampai saat ini masih belum mendapatkan e-KTP meski telah bertahun-tahun mengurus.
✔ Fantastisnya gaji bulanan orang-orang yang duduk di BPIP plus dirapel setahun pula, sementara negara sedang dililit hutang dan rakyat sedang prihatin karena makin beratnya beban hidup akibat kondisi ekonomi yang tidak bagus.

***

Seorang pakar hukum pidana yang dapat giliran belakangan, juga menyatakan bahwa tercecernya e-KTP ini adalah PERINGATAN dari ALLAH.
Wah lebih tegas lagi ini.
"Peringatan", artinya ada yang salah, ada yang dilanggar, sehingga turunlah peringatan.
Astaghfirullah hal 'adzhiim...

Pak Karni menutup acara dengan kalimat : publik sangat sulit percaya karena seumur hidup sudah terlalu sering DIBOHONGI.
Wamakaru, wamakarallah.
InnaLlaha khoirul maakiriin. (dibacakan artinya oleh Pak Karni).

Saya teringat lirik lagu tahun '80an, penyanyinya Nicky Astria, rocker top saat itu.
🎼 "Pada setiap perlombaan, mencari kemenangan yang tertinggi, sering kita terlupa akan kodrat Sang Pencipta. Lalu terus berlari, tanpa arah yang pasti" 🎵

Bagian reffrain :
"Kemenangan yang tercapai menjadi sia-sia, bila hanya melahirkan penderitaan semata. 🎶
Kemenangan sang juara menjadi tak bermakna, bila meninggalkan ribuan hati yang terluka." 🎶

Seperti kata Bang Karni saat menutup ILC malam ini : "sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak akan percaya".
Meninggalkan ribuan hati yang terluka, ya karena merasa dibohongi, merasa dicurangi.
Meski mungkin secara hukum formal kecurangan itu tidak bisa dibuktikan, tapi publik punya opininya sendiri.
Meski seakan tidak ada hubungannya secara langsung, tapi penderitaan yang tercipta kemudian adalah buntut dari kemenangan yang menabrak qodrat Sang Pencipta.
Karena terganggunya kesetimbangan hukum alam, maka semesta pun tak akan berpihak.

Orang-orang beriman pasti percaya ini.
Orang-orang yang yakin bahwa kehidupan tidak hanya di dunia saja, pasti takut berbuat curang.
Yang tidak percaya, yang beranggapan bahwa kehidupan hari akhir hanyalah dongeng ramalan belaka, boleh saja menyangkal. Seperti halnya Fir'aun dahulu terus saja menyangkal eksistensi Allah, Tuhan semesta alam.

Ya Allah, berilah kami pemimpin yang TAKUT hanya kepadaMU.
Berikan kami pemimpin yang menghamba kepadaMU, bukan menjadi kacung pemodal yang hanya berpikir duniawi semata.
Anugerahilah kami pemimpin yang paham makna AMANAH, bahwa kelak itu akan ditagih dan dibebankan kepadanya, disaat tidak ada lagi pembelaan dari siapapun dihadapan pengadilanMU.
Aamiin Yaa Robbal 'aalamiin...

(Iramawati Oemar)

Jumat, 11 Mei 2018

Selamat atas terselenggara pemilu di Malaysia, kebangkitan rumpun Melayu

Berita politik luar negeri
Selamat atas terselenggara pemilu di Malaysia, kebangkitan rumpun Melayu
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻💪💪💪💪


Pemilihan umum Malaysia ke-14 (Pilihan Raya Umum ke-14, disingkat PRU14) telah diselenggarakan pada hari Rabu 9 Mei 2018 kemarin.

Untuk pertamakali dalam sejarah, kejutan terjadi saat oposisi Malaysia yang tergabung dalam Pakatan Harapan (PH) yang dipimpin Anwar Ibrahim dan Mahathir Mohammad memenangkan pemilu.

Penghitungan suara sementara akhirnya mengumumkan Pakatan Harapan memperoleh kursi mayoritas dengan 122 kursi dari 222 kursi di parlemen atau 56% (sudah melebihi syarat minimal 112 kursi untuk membentuk pemerintahan). Sementara partai berkuasa BN hanya memperoleh 79 kursi, dan PAS (Partai Islam Malaysia pimpinan Abdul Hadi Awang) 18 kursi.

Dengan kemenangan Pakatan Harapan ini Mahathir Mohammad (92 tahun) akan kembali menjadi Perdana Menteri.

Jika Menang Pemilu, Mahathir Akan Evaluasi Investasi China di Malaysia

Para investor asal China yang menanamkan modal di Malaysia kemungkinan akan menghadapi masalah jika Mahathir Mohamad memenangkan pemilu.

Mahathir, mantan perdana menteri itu kini menjadi kandidat perdana menteri dari kubu oposisi. Dalam sebuah wawancara dia memaparkan pandangannya soal investasi China.

Mahathir mengatakan, Malaysia menyambut baik investasi dari China selama perusahaan negeri itu mempekerjakan warga lokal, membawa modal, dan teknologi ke Malaysia.

Namun, ujar politisi gaek berusia 92 tahun itu, dia tak melihat semua hal tersebut dilakukan para pengusaha China yang berinvestasi di Malaysia.

"Kami tak mendapatkan apapun dari investasi. Kami tak menyukai itu," kata Mahathir di kantornya di Kuala Lumpur, Senin (9/4/2018).

Komentar Mahathir ini merefleksikan keprihatinan meluas atas investasi China di berbagai negara Asia mulai dari Australia hingga Sri Lanka.

Banyak negara berusaha mendapatkan keuntungan dari rencana China membangun infrastruktur bernilai ratusan miliar dolar.

Namun, di sisi lain banyak negara juga khawatir akan menjadi terlalu tergantung terhadap China.

Di Malaysia, investasi China memicu kekhawatiran terkait kesetaraan dan kedaulatan perekonomian negeri itu.

Mahathir mengambil contoh Country Garden Holdings Co. Ltd yang berencana menanamkan investasi sebesar 100 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.377 triliun di Johor.

Perusahaan ini akan membangun hunian berupa apartemen yang dihargai hingga 1 juta ringgit atau sekitar Rp 3,5 miliar per unitnya.

"Di Malaysia tak ada cukup orang kaya untuk membeli apartemen mewah seperti itu, sehingga yang akan masuk adalah orang asing," ujar Mahathir.

"Tak ada negara yang senang jika orang asing membanjiri negara mereka," tambah dia.

Dalam wawancara itu, Mahathir mengambil contoh Sri Lanka yang disebutnya "kehilangan banyak tanah" karena tak bisa mengembalikan utang dari China.

Tahun lalu pemerintah Sri Lanka memberi sebuah perusahaan kongsi yang dimotori sebuah BUMN China hak pengelolaan pelabuhan Hambata di wilayah selatan negeri itu.

Hak pengelolaan hampir satu abad itu terpaksa diberikan sebagai ganti pemutihan utang Sri Lanka terhadap China.

"Banyak orang tidak suka dengan investasi China. Kami ingin membela hak rakyat Malaysia. Kami tak ingin menjual negeri ini kepada perusahaan asing yang akan mengembangkan seluruh kota," ujar Mahathir.

China memang menjadi negara dengan investasi terbesar di Malaysia dengan kontribusi 7 persen dari total investasi asing tahun lalu bernilai 54,7 miliar ringgit.





http://www.viralislamia.com/2018/05/menang-pemilu-mahathir-akan-evaluasi.html?m=1

DANA APBN PENANGGULANGAN TERORIS

DANA APBN PENANGGULANGAN TERORIS ITU
BESARNYA 1,9 TRILIUN PER TAHUN
DAN DPR HARUS SETUJU

BAYANGKAN KALO TIDAK ADA
KEJADIAN SEPERTI BERIKUT :
BOM PANCI
BOM SUDIRMAN
BOM JATINEGARA
TERORIS MENGUASAI MAKO BRIMOB

KAN GAK MASUK AKAL ,
KELUAR DANA HAMPIR 2TRILIUN PERTAHUN KALO TERORIS NYA GAK ADA???

SAMPE DI SINI NGERTI YA???

SUPAYA HEBOH

HARUS ADA JONGOS JONGOS NYA SUNAN KALIJODO UNTUK BER TERIAK TERIAK
“ MUSNAHKAN RADIKALISME!”
HANCURKAN ISLAM EKSTREM!!

DIMANAPUN PENGGEMBIRA SELALU ADA.

Wk wk wk

Sumber: WA Ahmad Dhani

MAKO BRIMOB

MAKO BRIMOB
WALLAHU A’LAM BISHAWAB

Berapa Jumlah Tahanan?,
Di Tahan atau di Penjara karena apa?,
Jika mereka TERORIS , neror nya dimana?
Menggunakan apa UNTUK MELAKUKAN AKSI TEROR NYA?
Apakah para tahanan sudah di Putus melalui Pengadilan?
SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS RUSUH DI MAKO ?
Ahok di SEL yang mana?
Kenapa Ahok di tempatkan di Mako?

SEMUANYA BLUR
CUMA CEBONG YANG TAU

#KAMI BERSAMA ALLAH YANG MAHA TAU

6 Bulan Pertama

Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh


Bismillahirrohmanirrohiim


Alhamdulillah Puji Syukur kehadirat Allah saya ucapkan atas segala nikmat yang telah diberikan.

17 Oktober 2017 ~ 11 Mei 2018

6 Bulan 3 Minggu 3 Hari

6 Bulan Pertama bekerja di sini, semoga lancar terus kedepannya dan berkah buat keluarga, orang tua, istri dan anak-anak.

Amiin Yaa Alloh Yaa Robbal 'Aalamiin.


Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

TERORIST DISORIENTASI


By AhmadDhani

Bule tidak pernah menghina NABI Muhammad kok di BOM di Bali

Lobby Hotel gak pernah di buat MAKSIAT kok di BOM

KEDUTAAN gak pernah di pake MESUM kok di BOM

GILIRAN ADA YANG MENGHINA ULAMA DAN QURAN

TERORISNYA DIAM ENTAH KEMANA

GILIRAN PENISTA AGAMA DI PENJARA...

TERORISNYA BER AKSI KEMBALI

TERORIS DOBOL

Selasa, 13 Juni 2017

Ada yang mencari STNK B3561KMU yang Hilang?

Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Pengumuman:

Telah ditemukan STNK
dengan data sbb:

Plat Nomer : B3561KMU
Alamat : Jl Antara No 54 B RT 04 RW 19 Jatimakmur Pondok Gede Bekasi


Bagi yang merasa kehilangan silahkan messenger menghubungi
FB : miko takada tapiono
atau mention ke twitter @mikotakada


Terimakasih
Semoga Allah Subhanahu Wata'ala selalu melimpahkan kebaikan dan keberkahan kepada kita semua.
Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Jumat, 04 Desember 2015

LG Merger 2 Perusahaan Electronicnya di Indonesia

Sat, 07 Jan 2006 12:23:00 WIB
economy

Jakarta - Perusahaan asal Korea Selatan LG menggabungkan dua perusahaan elektroniknya di Indonesia. Perusahaan yang dimerger tersebut adalah PT LG Electronic Indonesia (LGEIN) dan PT LG Electronic Display Devices Indonesia (LGEDI).Penggabungan dua perusahaan ini akan tetap memakai nama PT LG Electronic Indonesia (LGEIN). Penggabungan usaha ini secara resmi diumumkan Presdir LGEIN Lee-Kee Ju, pada Sabtu ini (7/1/2006).

Acara yang berlangsung di Gedung Popki, Cibubur, ini dihadiri juga oleh Menteri Perindustrian Fahmi Idris dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) M Luthfi.Selain di sektor elektronik, LG juga memiliki sejumlah bisnis di Indonesia, seperti PT LG Insurance (asuransi), LG International (trading), LG Chemical Ltd (bahan kimia), PT LG Innotek Indonesia (spareparts) dan LG Philips Display (tabung TV).

Lee menjelaskan, merger antara LGEIN dan LGEDI dilakukan untuk menjadikan LG sebagai penguasa pasar elektronika di Indonesia dengan nilai penjualan US$ 1,5 miliar.Merger itu diharapkan bisa mengefisienkan permodalan dan operasional perusahaan. Selain itu juga untuk menghindari pengurangan atau pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan."Ini juga untuk mengantisipasi agar LGEIN makin kompetitif di ajang ASEAN Free Trade Area (AFTA)," kata Lee.LGEIN, selama ini memiliki spesialisasi kerja di bidang manufacturing pembuatan produk televisi dan lemari es, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.

LGEIN juga menangani masalah pemasaran domestik untuk produk televisi, lemari es, audio video, monitor komputer, mesin cuci, air conditioning (AC), information technology (IT), communications, serta melayani purna jual.Sedangkan LGDEI memiliki spesialisasi usaha di bidang manufacturing pembuatan produk monitor komputer, video cassette recorder dan audio video untuk pasar ekspor."Setelah penggabungan ini, akan tercapai efektivitas usaha bagi pasar domestik maupun ekspor tanpa melakukan PHK," kata Lee.Tambah InvestasiPada tahun ini, LGEIN akan menambah investasi sebesar US$ 40 juta. Terdiri dari US$ 18 juta untuk ekspansi modal di pabrik Cibitung Bekasidan sebesar US$ 22 juta untuk pabrik di Cirarab Tangerang.

Tahun ini, LG juga menargetkan menjadi perusahaan terbesar elektronikIndonesia.Menurut Head of Publication LGEIN Widi Nugroho Sahib, ekspor LGEIN sepanjang tahun 2005 mencapai US$ 50 juta untuk penjualan 300 ribu unit lemari es. Sedangkan ekspor produk televisi mencapai US$ 61 juta dengan 500 ribu unit.Negara tujuan ekspor adalah Afrika dan Timur Tengah sebesar 35 persen, Asia dan Australia 45 persen, Eropa 4 persen dan Cina 17 persen.Sementara penjualan lemari es domestik tahun 2005 mencapai 25 ribu unit dan televisi sebanyak 60 ribu unit. (ir)

Sumber:Bisnis Indonesia

Berita ini di turunkan saat tahun pertama saya bergabung dengan perusahaan tersebut.

Terimakasih untuk Mr. Lee Kee Ju dan Bapak Presiden SBY saat itu yang secara langsung atau tidak langsung menjadikan kemungkinan bagi saya ada untuk bergabung walau dengan status outsourching  berkat peninggalan kebijakan sebelumnya dari Ibu Megawati.

Tentunya kondisi ekonomi bisa ditentukan dari kebijakan. Bukan sebaliknya kebijakan yang mengikuti kondisi ekonomi. Tapi memang semuanya saling berkaitan dan merupakan efek domino. Maka dari itu Kebijakan Presiden Negara sangat mungkin berpengaruh pada kebijakan Presiden Perusahaan.

Semoga pada kondisi sekarang ini semuanya masih mempunyai celah untuk menemukan keuntungan tanpa melakukan kebijakan yang kurang populer di masa dulu.

Maju terus perusahaan2nya, negaranya, dan terutama warga/karyawannya.
Love you All.

Rabu, 04 November 2015

Adakah yang tega menampar anaknya saat menangis minta sesuatu?

Orang tua mana yang tega menampar anaknya sendiri saat dia menangis?
bisa jadi nangis karena kelaparan, menangis karena keresahan, kegundahan, atau bahkan berontak karena rasa tak nyaman?

Tapi kenyataannya sekarang memang ada juga type orang tua yang kejam terhadap anak kandungnya sendiri. Anaknya lapar minta makan malah di omelin, disuruh cari makan sendiri, kalau gak mau juga dan masih nangis malah lanjut di tamparin, di tendangin, di pukulin, dihancurin mobil-mobilannya misalnya.

Nah Itu anak kandung aja ada yang dikejemin begitu, apalagi kalo dianggap anak tiri coba.

Tapi.. masih lebih banyak kok orang tua yang sayang sama anaknya. Laper ya di kasih makan. Kesusahan ya dibantuin. Curhat ya di dengerin. Mengeluh ya di kasih arahan. Di elus-elus ya di manjain. Walaupun tetep aja ada yang ngelus-ngelus tulus ada juga yang ngelus-ngelus tapi modus.

nah... itu di atas hanya gambaran.
Ibarat kata, rakyat ini adalah anak dari Pak Presiden.

Rakyat sebenernya gak manja-manja amat tiba-tiba nangis terus minta ini itu. Gak kan? rakyat udah sabar setahun. Dan yang sekarang nangis itupun ya karena ngemis kesejahteraan. Kepada siapa lagi kalo bukan ke "Bapak-nya"?

Tinggal bagaimana type "Bapak" kita sekarang ini.
Apakah seperti yang digambarkan di atas?
Apakah meladeni keluhan anaknya atau acuh?
Atau justru menyuruh anak-anaknya diam dengan memukulinya, dan mencegah agar tak menangis lagi dengan memberikan ultimatum?
Apakah menganggap rakyatnya sebagai anak kandung atau anak tiri?
ya semoga tidak yang buruk-buruk seperti perumpamaan oknum orang tua diatas....

Mungkin yang kejadian kemaren saat rakyat nangis (ada yang sekolah, ada yang udah kerja, sama-sama curhat, menujukkan rasa, saat unjuk rasa), tapi dihadapi dengan kekerasan, kemudian di hari berikutnya diterbitkan ultimatum "HS", peraturan yang berisi penyempitan ruang curhat unjuk rasa dsb, hanyalah ulah oknum..

ya.. mungkin Oknum Presiden, atau oknum Gubernur.

SEJARAH KALENDER HIJRIYAH



Oleh Ustadz Ammi Nur Baits
Dewan Pembina Konsultasi Syariah

Masyarakat Arab sejak masa silam, sebelum kedatangan Islam, telah menggunakan kalenderqamariyah (kalender berdasarkan peredaran bulan). Mereka sepakat tanggal 1 ditandai dengan kehadiran hilal. Mereka juga menetapkan nama bulan sebagaimana yang kita kenal. Mereka mengenal bulan Dzulhijah sebagai bulan haji, mereka kenal bulan Rajab, Ramadhan, Syawal, Safar, dan bulan-bulan lainnya. Bahkan mereka juga menetapkan adanya 4 bulan suci: Dzulqa’dah, Dzulhijah, Shafar Awal (Muharam), dan Rajab. Selama 4 bulan suci ini, mereka sama sekali tidak boleh melakukan peperangan.

Hanya saja masyarakat jazirah Arab belum memiliki angka tahun. Mereka tahu tanggal dan bulan, tapi tidak ada tahunnya. Biasanya, acuan tahun yang mereka gunakan adalah peristiwa terbesar yang terjadi ketika itu. Kita kenal ada istilah tahun gajah, karena pada saat itu terjadi peristiwa besar, serangan pasukan gajah dari Yaman oleh raja Abrahah. Tahun Fijar, karena ketika itu terjadi perang Fijar. Tahun renovasi Ka’bah, karena ketika itu Ka’bah rusak akibat banjir dan dibangun ulang. Terkadang mereka juga menggunakan tahun kematian tokohnya sebagai acuan, semisal; 10 tahun setelah meninggalnya Ka’ab bin Luai.

Keadaan semacam ini berlangsung terus sampai zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Khalifah Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu. Ketka itu, para sahabat belum memiliki acuan tahun. Acuan yang mereka gunakan untuk menamakan tahun adalah peristiwa besar yang terjadi ketika itu. Berikut beberapa nama tahun di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

1. Tahun izin (sanatul idzni), karena ketika itu kaum muslimin diizinkan Allah untuk berhijrah ke Madinah.

2. Tahun perintah (sanatul amri), karena mereka mendapat perintah untuk memerangi orang musyrik.

3. Tahun tamhish, artinya ampunan dosa. Di tahun ini Allah menurunkan firmanNya, ayat 141 surat Ali Imran, yang menjelaskan bahwa Allah mengampuni kesalahan para sahabat ketika Perang Uhud.

4. Tahun zilzal (ujian berat). Ketika itu, kaum muslimin menghadapi berbagai cobaan ekonomi, keamanan, krisis pangan, karena perang khandaq. Dst.

(Arsyif Multaqa Ahlul Hadits, Abdurrahman al-Faqih, 14 Maret 2005)

Sampai akhirnya di zaman Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu menjadi khalifah. Di tahun ketiga beliau menjabat sebagai khalifah, beliau mendapat sepucuk surat dari Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, yang saat itu menjabat sebagai gubernur untuk daerah Bashrah (Irak). Dalam surat itu, Abu Musa mengatakan:

إنه يأتينا من أمير المؤمنين كتب، فلا ندري على أيٍّ نعمل، وقد قرأنا كتابًا محله شعبان، فلا ندري أهو الذي نحن فيه أم الماضي

“Telah datang kepada kami beberapa surat dari amirul mukminin, sementara kami tidak tahu kapan kami harus menindaklanjutinya. Kami telah mempelajari satu surat yang ditulis pada bulan Sya’ban. Kami tidak tahu, surat itu Sya’ban tahun ini ataukah tahun kemarin.”

Kemudian Umar mengumpulkan para sahabat, beliau berkata kepada mereka:

ضعوا للناس شيئاً يعرفونه

“Tetapkan tahun untuk masyarakat, yang bisa mereka jadikan acuan.”

Ada yang usul, kita gunakan acuan tahun bangsa Romawi. Namun usulan ini dibantah, karena tahun Romawi sudah terlalu tua. Perhitungan tahun Romawi sudah dibuat sejak zaman Dzul Qornain (Mahdhu ash-Shawab, 1:316, dinukil dari Fashlul Khithab fi Sirati Ibnul Khatthab,  Dr. Ali Muhammad ash-Shalabi, 1:150)

Kemudian disebutkan oleh al-Hakim dalam al-Mustadrak, dari Said bin al-Musayib, beliau menceritakan:

Umar bin Khattab mengumpulkan kaum muhajirin dan anshar radhiyallahu ‘anhum, beliau bertanya: “Mulai kapan kita menulis tahun?” Kemudian Ali bin Abi Thalib mengusulkan: “Kita tetapkan sejak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah, meninggalkan negeri syirik.” Maksud Ali adalah ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah ke Madinah. Kemudian Umar menetapkan tahun peristiwa terjadinya Hijrah itu sebagai tahun pertama (al-Mustadrak 4287 dan dishahihkan oleh adz-Dzahabi).

Mengapa bukan tahun kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjadi acuan?

Jawabannya disebutkan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar sebagai berikut:

أن الصحابة الذين أشاروا على عمر وجدوا أن الأمور التي يمكن أن يؤرخ بها أربعة، هي مولده ومبعثه وهجرته ووفاته، ووجدوا أن المولد والمبعث لا يخلو من النزاع في تعيين سنة حدوثه، وأعرضوا عن التأريخ بوفاته لما يثيره من الحزن والأسى عند المسلمين، فلم يبق إلا الهجرة

Para sahabat yang diajak musyawarah oleh Umar bin Khatthab, mereka menyimpulkan bahwa kejadian yang bisa dijadikan acuan tahun dalam kalender ada empat: tahun kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tahun ketika diutus sebagai rasul, tahun ketika hijrah, dan tahun ketika beliau wafat. Namun ternyata, pada tahun kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tahun ketika beliau diutus, tidak lepas dari perdebatan dalam penentuan tahun peristiwa itu. Mereka juga menolak jika tahun kematian sebagai acuannya, karena ini akan menimbulkan kesedihan bagi kaum muslimin. Sehingga yang tersisa adalah tahun hijrah beliau (Fathul Bari, 7:268).

Abu Zinad mengatakan:

استشار عمر في التاريخ فأجمعوا على الهجرة

“Umar bermusyawarah dalam menentukan tahun untuk kalender Islam. Mereka sepakat mengacu pada peristiwa hijrah (Mahdzus Shawab, 1:317, dinukil dari Fashlul Khithab fi Sirati Ibnul Khatthab,  Dr. Ali Muhammad ash-Shalabi, 1:150)

Karena hitungan tahun dalam kalender Islam mengacu kepada hijrah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, selanjutnya kalender ini dinamakan Kalender Hijriah.

Setelah mereka sepakat, perhitungan tahun mengacu pada tahun hijrah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, selanjutnya mereka bermusyawarah, bulan apakah yang dijadikan sebagai bulan pertama.

Pada musyawarah tersebut, Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu mengusulkan agar bulan pertama dalam kalender Hijriah adalah Muharam. Karena beberapa alasan:

a. Muharam merupakan bulan pertama dalam kalender masyarakat Arab di masa masa silam.

b. Di bulan Muharam, kaum muslimin baru saja menyelesaikan ibadah yang besar yaitu haji ke baitullah.

c. Pertama kali munculnya tekad untuk hijrah terjadi di bulan Muharam. Karena pada bulan sebelumnya, Dzulhijah, beberapa masyarakat Madinah melakukan Baiat Aqabah yang kedua.

(simak keterangan Ibn Hajar dalam Fathul Bari, 7:268)

Sejak saat itu, kaum muslimin memiliki kalender resmi, yaitu kalender hijriyah, dan bulan Muharam sebagai bulan pertama dalam kalender tersebut.

Allahu a’lam.

*Sumber: http://www.konsultasisyariah.com/sejarah-penetapan-kalender-hijriah/

Tanda Ahok Ingkari Kemerdekaan Kita

Oleh John Muhammad*
November 3, 2015 at 5:48am




Hok, gua nulis ini karena gua peduli. Apalagi, kita sama-sama satu almamater. Saling mengingatkan itu perlu. Btw, sori ya, kalo gua pake bahasa begini ke elu. Ini terpaksa. Lu boleh cek semua tulisan gua, kalo gua sebelonnya kaga pernah menulis dengan bahasa seperti ini.

Gua gunain bahasa ini karena inget nasihat teman. Dia bilang begini ke gua: “John, dalam komunikasi itu penting untuk memilih bahasa. Kamu tidak bisa memaksakan berbicara dalam bahasa akademisi pada kelompok tertentu. Begitu pula sebaliknya.” Jadi, gua terpaksa nih pake bahasa begini dengan tujuan supaya lu ngerti.

Sempet kepikir juga untuk nyelipin kata-kata: t**k, bodo amat dan kata-kata lain yang biasa lu gunain selama ini, tapi kata gua kaga perlu deh. Biar elu aja yang kayak gitu. Gua mah kaga bisa.

***

Ok. Langsung aja ya. Gua nanya nih ma elu, hok. Lu pernah demo ga? Waktu 1998, lu ikutan bantuin kita demo ga? Karena lu senior gua di Universitas Trisakti, gua nanya lagi, nih. Waktu kita lagi repot belajar dan membangun demo, sampe adik-adik kita mati, terus sampe kita nginep di MPR/DPR, lu dimana, hok? Jujur deh lu jawab.

Maksud gua nanya gini, biar lu inget dan paham kalo semua demonstrasi yang gua sebutin itu, semuanya ngelanggar aturan. Mulai dari ngomongin politiknya dilarang, mimbar bebasnya dilarang, demonstrasinya yang dilarang, long-marsnya dilarang dan semuanya itu kaga ada yang kaga dilarang. Sampai otopsi pun dilarang. Intinya, kita semua bisa sampai ke hari ini karena ada unjuk rasa yang ga ngikutin aturan di jaman itu. Termasuk elu jadi anggota DPR, Bupati, Wakil Gubernur dan Gubernur karena itu, bro!

Emang sih waktu itu ada UU Nomer 9/1998 tentang Kemerdekaan Menyatakan Pendapat di Muka Umum - yang dibikin jaman BJ Habibie. Tapi apa respon kita waktu itu? Kaga peduli, coy.

Malah, gua inget bener, waktu kita demo Istana Negara supaya Habibie segera ngadilin Soeharto (2 Desember 1998). Temen-temen gua sampe lompat pager Istana. Sementara temen-temen gua yang lain ngedemo rumahnya Soeharto! Apa hasilnya? Seminggu kemudian, Soeharto untuk pertama kalinya dipanggil Kejaksaan Agung (9 Desember 1998). Emang sih, pemeriksaannya basa-basi. Tapi, segitu aja kita udah seneng banget.  


Jadi asal lu tau aja. Sampai hari ini, itu UU kaga pernah kita peduliin. Kenape? Karena itu UU katrok, hok. Katro sekatronya!

Dari pemilihan lokasi, lu bisa liat UU itu lebih melindungi (bangunan/simbol) negara ketimbang melindungi ekspresi warga. Soal pemberitahuan lagi. Kalo hari ini, Novel Baswedan mau dijemput paksa masak kita kudu nunggu 3 hari, baru boleh belain dia di KPK? Emang lu pikir demo pasti urusannya tolak-menolak doang? Makna “pemberitahuan” di UU itu juga berkali-kali diselewengkan di lapangan sebagai “permohonan ijin”, sehingga justeru mempersulit orang untuk demo. Lu bayangin aje ya, kalo kita dulu kudu jujur mau ngasih ayam betina ke Jaksa Agung (24 November 1998), mana bisa kita dikasih masuk?


Dengan segala masalah itu, eh elu malah jadiin UU ini sebagai rujukan untuk Pergub!

Nah, gua minta lu kaga bawa-bawa soal ketertiban. Karena gua jadi perlu nanya lagi nih. Ketertiban yang kaya gimana, hok? Yang kaya jaman Orba? Atau yang kaya Singapura? Aje gile lu, hok. Yang bener aje. Justeru, kebebasan berekspresi inilah yang membuat kita bangga dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.

Jadi hok, jangan segala jam-lah lu atur-atur, soal tempat dan urusan bising lu atur-atur. Orang demo tuh kaga mungkin subuh-subuh, lagi. Apalagi di Hari-hari Keagamaan. Kalo ada yang demo sampai malem, itu emang udah diniatin pastinya. Biasanya, mereka emang pengin nginep. Lagian yang doyan demo ampe malem dan seneng bentrok, udah jarang. Sebagian gembongnya udah pada jadi anggota DPR dan komisaris, keknya.

Nah, soal tempat. Lu kasih kita cuma tiga: Parkir Timur Senayan, DPR/MPR dan Silang Selatan Monas. Ini ga masuk akal dan cule. Masak kantor lu kaga boleh dijadiin target demo? Kejaksaan Agung, Bunderan Hotel Indonesia, Kantor Freeport, APP, Sinar Mas, Wilmar, Artha Graha dan lainnya kaga boleh juga? Ga sekalian aja, lu taruh kita di Kep. Seribu? Ga boleh juga ya? Soalnya, kita malah ganggu proyek reklamasi lu ya?

Semua bangunan kecuali rumah sakit dan tempat ibadah, kata gua sih sah untuk didemo. Emang lu kaga pernah bayangin kalo buruh pelabuhan pada mogok kerja? Emang itu bukan demo?

Soal kebisingan lain lagi nih. Ngomong-ngomong, lu tau ga 60 dB itu setara apa? Setara orang normal ngobrol, bro. Setara suasana dalam rumah. Atau dibawah ramenya suasana kantor (70 dB) atau suara kemacetan parah di jalan (90 dB). Gua jadi penasaran, demo yang kayak gitu demo apaan, hok?


Hok, tahun 1999, gua pernah bikin tulisan judulnya “Mendemonstrasikan demonstrasi.” Isinya a-z soal merancang demonstrasi. Di situ gua bilang kalo demonstrasi adalah seni menyampaikan pendapat. Tujuannya simpel. Supaya aspirasi dalam demonstrasi itu dipenuhi dan dipertimbangkan. Sudah tentu, kita yang demonstrasi pasti nyari perhatian dan narik simpati.

Ketika demo, kita tuh pasti bersiasat bagaimana cara terbaik untuk diperhatiin dan didengarkan. Kita pengin setiap orang mengetahui pesan kita. Jadi mustahil, kalo lo mau batasin aktivitas demonstran secara kaku.

Lagian, demo tuh macem-macem bentuknya. Ada yang bagi-bagi stiker di jalan, ada yang nginep bikin tenda keprihatinan dan ada yang memang niatnya nerobos barikade penjagaan. Kita yang demo tau kok konsekuensinya. Polisi pun udah paham mana yang demonya reseh, bikin deg-degan sampai yang kalem.

Jadi kaga usah lu ajarin polisi soal beginian. Karena kalau udah masuk kriminal, aturan di KUHP kan bisa dipake. Justeru lo kudu nekenin ke polisi supaya ga pakai senjata api dan senjata tajam dalam menangani demonstran.

Eh, ini malah di Pergub itu lu ngebolehin tentara ikut-ikutan. Wah, ini mah beneran Orde Baru!      

Lu lagi pake alesan demo bikin macet. Itu alesan klise, hok. Macet mah itu masalah gimana elu ngurus transportasi massal ajah. Itu makanya gua nolak proyek 6 ruas jalan tol, karena justeru nambah kendaraan pribadi. Itu kan solusi gua buat elu. Tapi ya itu, lu kaga mau denger.

Dan elu, hok jangan juga pake alesan ganggu pembangunan ya. Kaga ada urusannya tuh, investasi ma demonstrasi. Asal tau aja, jaman kita pada demo dari yang tiap hari sampe seminggu sekali, rupiah berkisar Rp. 8000,- s/d Rp. 8500,- kok!


Buat gua, tertib dan keteraturan kepada rakyat itu cuma cermin, hok. Cermin dari pengurusnya (pemerintahnya). Justeru, demonstrasi adalah indikator bahwa dialog antara warga dan pengurusnya sedang berlangsung secara dinamis. Jadi, kalo lu mulai kebanjiran demonstrasi, justeru lu kudu ngaca dan evaluasi. Karena pasti deh ada yang kaga bener. Entah itu, “kaga bener” yang dateng dari luar maupun “kaga bener” yang dateng dari dalem kepengurusan elu.

***

Sekarang, gua malah jadi mikir. Jangan-jangan lu emang kaga demen ma demonstrasi ya? Wah, kalo udah begini, lu kudu introspeksi. Jangan-jangan lu punya sindrom diktator, otoriter, lalim dan segala turunannya? Amit-amit, hok.

Tapi, kalau bener lu begitu orangnya, tenang aja, hok. Gua ga bakal jatuhin atau mundurin lu sekarang ini. Gua kaga mau ngikutin taktik lu: main korban-korbanan atau sengaja dijatuhin biar nanti dikenang. Kalau emang bener lu begitu orangnya, mending gua biarin lu lapuk sampai pilkada taun depan.

***

Hok, jelas ya. Gua ga bakal peduliin Pergub No. 228/2015 lu itu. Jadi terserah elu. Mau lu cabut bagus. Ga lu cabut pun pasti gua cuekin. Ini namanya civil disobedience: pembangkangan sipil. Ngarti?

Gitu aja ya, hok. Semoga tulisan berjudul T. *. *. K. K. ini bisa lo pahamin.

*Sumber: notes fb John Muhammad

Membaca Fenomena Keberanian 'Menyerang' Islam Secara Terang-terangan

Oleh Chandra HafizunAlim

Akhir-akhir ini sering saya dapatkan komentar orang-orang kafir di situs-situs Islam. Mereka sudah tidak sembunyi-sembunyi lagi mengutarakan opini mereka ditengah kaum muslimin. Padahal apa yang mereka komentari tidak ada sangkut pautnya dengan mereka secara langsung. Mereka mengutarakan ketidaksukaan dan ejekan pada syariat Islam, para pejuang syariat, ulama, dan orang-orang saleh. Bahkan di antara mereka ada yang berani menyamar sebagai ustadz, ada koordinator JASMEV yang memakai jilbab padahal orang kafir. Fenomena apakah ini?

Terus terang selama bertahun-tahun saya berselancar di internet, baru beberapa bulan terakhir ini saja saya merasakan serangan mereka begitu masif. Tapi saya punya pendapat yang mungkin salah, mungkin benar. Pendapat saya, fenomena ini terjadi karena:

Pertama, mulai bermunculannya kasus korupsi yang melibatkan petinggi PKS. Kondisi ini mengakibatkan tergerusnya pengaruh positif politik Islam secara umum ditengah masyarakat. Karena saat ini ada anggapan bahwa satu-satunya partai Islam yang real adalah PKS, maka ketika PKS menjadi negatif, otomatis politik Islam akan menjadi negatif. Orang-orang kafir menggunakan situasi ini untuk kepentingan mereka; mempengaruhi opini publik bahwa Islam itu buruk.

Kedua, kemenangan Jokowi-Ahok di pilgub DKI lalu kemenangan Jokowi-JK di pilpres adalah dua kemenangan yang beruntun terjadi. Dua kemenangan ini dipercaya atau tidak adalah dua kemenangan yang sangat disukai oleh kelompok sekuler dan kaum kafirin. Berkat dua kemenangan ini mereka seolah mempunyai alasan untuk berani berbicara lebih lantang tanpa perlu takut lagi karena masyarakat sudah berubah.

Ketiga, Gubernur DKI orang kafir ditengah mayoritas muslim. Dia ngomong kasar, menjelek-menjelekkan ajaran Islam, umat Islam marah-marah toh ternyata tidak mempengaruhi Ahok. Ahok cuek saja. Orang-orang kafir sepertinya mengikuti jejak Ahok ini. Mereka menjelek-jelekkan Islam, umat Islam paling cuma bisa marah. Elit politiknya sudah lemah atau bila bersuara pun mereka akan dibully karena adanya kasus pertama di atas. Anehnya sebagian umat Islam malah ikut-ikutan membully. Sepertinya mereka terpengaruh dengan opini yang diciptakan oleh orang sekuler dan orang kafir.

Keempat, gencarnya syiar sekularisme dan kristenisasi. Sekularisme dan kristenisasi adalah dua hal yang seiring sejalan merusak dan melemahkan akidah umat Islam. Tokoh penting yang mengobarkan Ghazwul Fikr (perang pemikiran) terhadap umat Islam, yaitu Samuel Zwemer, adalah seorang pendeta. Berdasarkan data yang saya peroleh, dalam prosentase jumlah umat Islam di Indonesia terus berkurang dari tahun ke tahun. Berdasarkan hasil riset Yayasan Al Itsar Al Islam (Magelang) pada tahun 1999-2000 umat Kristen dan Katolik di Jateng telah meningkat dari 1-5%, kini naik drastis 20-25% dari total jumlah penduduk Indonesia. Dari laporan Riset Dep. Dokumentasi dan Penerangan Majelis Agama Wali Gereja Indonesia, sejak tahun 1980-an setiap tahunnya laju pertumbuhan umat Khatolik: 4,6%, Protestan 4,5%, Hindu 3,3%, Budha 3,1% dan Islam hanya 2,75%. Dalam Kiblat Garut 26 Juni 2012 disebutkan, semula umat Islam di Indonesia mencapai 95% kini anjlok menjadi 85%.

Kelima, melihat begitu masifnya serangan musuh-musuh Islam terhadap Islam dan umatnya, kemungkinan besar terorganisir dengan baik. Mereka menciptakan akun-akun kloningan untuk membentuk opini yang buruk tentang Islam. Mereka adalah Troll internet. Troll internet adalah kelompok pengguna internet yang biasanya masuk ke sebuah diskusi tentang suatu topik dengan tujuan mengacaukan diskusi tersebut, baik dengan tiba-tiba memaki dan berkata kasar sehingga memancing keributan atau berpura-pura bego. Troll sebenarnya sudah ada sejak dunia message board ada di internet, namun salah satu troll bayaran pertama di Indonesia atau troll profesional adalah Jasmev. Beberapa hari yang lalu akun facebook milik Ridwan Kamil diblokir facebook setelah sebelumnya beliau mengungkapkan fakta tentang sungai epicentrum yang diklaim pendukung Ahok adalah buatan Ahok.

Bersambung.....

*Sumber: https://www.facebook.com/chandra.hafizunalim/posts/1939869502904214

Kamis, 30 Juli 2015

NawaCita Apa Kabarnya Bozzz?

Dari twit @aditmailtweet
    27/07/2015 16:51:19 WIB


Kalau dulu kita dijajah secara fisik, sekarang penjajahnya sudah pintar, menjajah pakai 'otak'.

motif penjajahan sebenarnya jelas, yi; ekonomi. mau itu pakai fisik maupun otak, ujungnya pasti kepentingan ekonomi.

Dalam menentukan kelayakan suatu negara untuk 'dijajah', setidaknya ada 3 hal penting yg dipertimbangkan oleh negara yg akan menjajahnya. adapun 3 hal itu meliputi;
  1. SDA (modal/bahan baku) 
  2. SDM (pemasaran) 
  3. Geografis (distribusi)
Biasanya, dalam 'menjajah' suatu negara, cara yang diutamakan itu pakai otak dulu. Nanti kalau rakyat yg dijajahnya mbalelo, barulah fisik.

Semisal waktu Belanda menjajah Indo. Awalnya mereka itu pakai cara pintar, yaitu VOC. nah, begitu rakyat berontak, barulah pakai fisik.

Menjajah dgn cara fisik (militer) tentu saja dihindari, krn dalam jangka panjang resiko ruginya besar. Perlu dikalkulasi sedetail2nya.

Selain itu, kalau sudah cara fisik, maka si penjajah pun akan kehilangan pangsa pasar di negara yg 'dijajah' ekonominya. nb: Ingat poin no 2

Lalu bagaimana dgn Indonesia saat ini, yg dengar2 katanya masih 'dijajah' ekonominya oleh asing?

Tentu saja kita harus lihat apa kepentingan Asing terkait Indonesia. Tiap negara Asing, bisa jadi sama/ beda kepentingannya.

Ada Asing yg butuh SDA kita. Ada yg butuh SDM kita. Ada yg butuh (letak) Geografis kita. Ironisnya, ada juga yg maruk mau itu semua.

Hingga entah begitu pintarnya Asing atau kitanya yang bego., barang2 mereka yg dihasilkan dari SDA kita yg dikeruk mereka,......dijual ke kita kembali, dan dibayar pakai uang hutang yg kita pinjam dari mereka.

Inilah konsekuensi dari negara yg 'sulit diurus dengan benar', krn tersandera dgn potensinya sendiri. Terlalu banyak kepentingan.

Sebenarnya kita bisa saja bangkit, yaitu dengan mengandalkan poin 2.

Kalau kita bangkit, dengan cara pintar dan kuasai SDA kita kembali, rasa2nya Asing pun akan mikir 2x utk jajah Indonesia secara fisik.

Mengapa? Sebab mereka terlalu bergantung hidup pada kita. Lihat saja betapa bejibunnya barang2 impor negara Asing.

Kita sebagai negara terpadat ke-4 dunia, ditambah gaya hidup hedon masyarakatnya yg gemar produk asing, adalah berkah bagi Asing.

Kalau Indonesia dijajah secara fisik, mungkin mereka bisa dapat SDA dan posisi strategis utk amankan jalur perdagangan mereka. Namun...

Namun hal itu harus dibayar mahal karena mereka kehilangan pangsa pasar potensial yg selama ini jadi andalan mereka.

Toh bagaimana mereka bisa berdagang, bila stabilitas nasional kita terganggu? Negara gak aman, ekonomi mandek. Yg rugi siapa?

oleh karena itulah, mengapa selama ini Indonesia hanya boleh 'dijajah' pakai otak, sebisa mungkin hindari cara fisik.

Adu domba, pemimpin 'boneka', jerat hutang, disintegrasi, kira2 begitulah caranya.